Page 5

Bandar Udara

Gedung terminal Bandar Udara Silangit. (Foto-foto: AVIASI/Tom)

Silangit, Bandar Udara Wisata di Tapanuli Utara Berada di 1.500 meter di atas permukaan laut, Bandar Udara Silangit menjadi salah satu pintu menuju daerah wisata Danau Toba yang berpotensi terus berkembang dan maju.

Silangit dengan Boeing 737-500. Saat itu juga dinyatakan bahwa bandar udara ini sanggup didarati Boeing 737. Setelah beroperasi, pada 2011, landas pacu Bandara Silangit ditambah menjadi 2.400 meter. Selaku pengelola, PT Angkasa EJAK 10 Februari 2014, Angkasa Pura Pura II juga telah memiliki rencana II mengelola Bandar Udara Silangit. pengembangan Bandar Udara Silangit di Pintu udara ini bisa menjadi ujung mana pada tahap awal adalah memperluas tombak penggerak ekonomi kawasan landas pacu menjadi 2.250 x 30 meter yang Danau Toba dan sekitarnya, selain membutuhkan investasi Rp 192 miliar. meningkatkan akses wisata di kawasan itu.  Silangit berada di Kabupaten Tapanuli Menjadi Bandar Udara ke-13 Utara, Sumatera Utara. Jadi, selain Bandar Angka 13 sering dimitoskan sebagai Udara Internasional Kualanamu, provinsi ini angka sial. Namun, angka itu justru juga memiliki Bandar Udara Silangit, tepatnya membawa berkah bagi PT Angkasa Pura II di Siborong-borong. (Persero). Perusahaan pengelola airport di Posisinya berada di 1.500 meter di atas kawasan Barat Indonesia ini menempatkan permukaan laut, luas wilayahnya  3.764 ,65 Silangit sebagai bandar udara ke-13, artinya km2 atau sekitar 5,25 persen dari luas wilayah Silangit menjadi keberuntungan di sektor Sumatera Utara. kebandarudaraan. Bandar Udara Silangit dibangun pada Bila dirunut sejarahnya, pada masa masa penjajahan Jepang. Pembangunan Hindia Belanda, Kabupaten Tapanuli Utara kembali airport ini mulai dilakukan pada 1995 termasuk Kabupaten Dairi dan Toba Samosir dengan menambah landas pacu (runway) 900 yang sekarang termasuk dalam karesidenan meter, sehingga menjadi 1.400 meter. Tapanuli yang waktu itu dipimpin seorang Bandara tersebut kemudian resmi residen berkebangsaan Belanda yang dioperasikan pada Maret 2005 oleh Presiden berkedudukan di Sibolga. Tak heran, bila RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono belakangan ini Bandar Udara Silangit (SBY). Sejak saat itu pembangunan maupun dikembangkan sebagai gerbang udara untuk pengembangan bandar udara ini pun wisata di Tapanuli, salah satunya adalah dilakukan secara gencar. Danau Toba. Pada 18 Januari 2011, pesawat SBY Wisata dan bandar udara merupakan mata beserta rombongan sukses mendarat di rantai yang tidak pernah putus. Keunggulan

S

Edward Rajaguguk, General Manager Bandar Udara Silangit

destinasi lokal tentu akan dipopulerkan sehingga banyak wisatawan yang datang, percepatan infrastruktur seperti bandar udara juga sangat menunjang, sehingga turis lebih cepat sampai. Dari pantuan Aviasi, perjalanan darat dari Medan ke Silangit bisa ditempuh 6-7 jam, dari Medan ke Parapat (Kawasan Danau Toba) ditempuh 5 jam. Dari Silangit menuju Danau Toba naik tuk tuk memakan waktu 1,5 jam. Sementara jika ditempuh menggunakan pesawat udara dari Kualanamu 30 menit. Karenanya perlu ada maskapai yang menerbangi Silangit. Beberapa tokoh masyarakat dan pemerintahan Tapanuli Utara juga mengharapkan adanya koneksi melalui transportasi udara dari dan ke Silangit. Karena saat ini jumlah maskapai yang terbang ke wilayah salah satu nominasi tujuh keajaiban Maret 2015 •

5

Profile for epaper aviasi

Tabloid AVIASI Edisi 80 Maret 2015  

Aviation Is Our Passion

Tabloid AVIASI Edisi 80 Maret 2015  

Aviation Is Our Passion

Advertisement