Page 8

Q&A

Transportasi Cepat, Aman dan Nyaman Oleh Capt. Dr. Toto Soebandoro (Quality, Safety and Security Director Sriwijaya Air)

S

AAT diproduksi, pesawat udara menjalani rangkaian uji coba, baik ketika masih berada di darat maupun saat dilakukan tes terbang. Alhasil, hadirlah burung besi yang mempermudah pergerakan orang maupun barang.

Mengapa pesawat udara disebut sebagai alat transportasi paling cepat, nyaman dan aman? Karena pesawat udara direkayasa dengan teknologi canggih yang memenuhi persyaratan regulasi keselamatan dan dilengkapi sistem berlapis dalam operasinya serta menghasilkan kecepatan maupun kenyamanan yang lebih tinggi/baik dibandingkan alat transportasi lain. Dalam mewujudkan penerbangan dipersiapkan dan dioperasikan oleh operator yang kompeten dan berlicence (sertifikat), seperti Flight Operation Officer (FOO), Engineer (teknik/mekanik), Flight Attendant (awak kabin), Pilot, Air Traffic Controller (pengatur lalu lintas udara) dan lainnya, yang masing-masing memiliki tanggung jawabnya di areanya sendiri.

Apakah benar tingkat keselamatan penerbangan itu bertoleransi 0 (nol)? Tidak! Meskipun pesawat udara adalah moda transportasi safe & secure, alat dan sarananya dibuat dan dioperasikan oleh manusia (tempatnya kesalahan). Jika area operasinya di udara tidak pada habitatnya, maka berisiko paling tinggi dibanding lainnya. Tetapi hazard atau potensi bahayanya selalu dikelola agar tidak berisiko sampai pada kondisi yang dapat diterima. Dengan demikian potensi bahayanya dapat dihilangkan dalam segala kondisi. Mengapa setiap akan mengendalikan pesawat, pilot

Ilustrasi: AVIASI/Tom

harus meminta izin kepada petugas ATC? Pergerakan pesawat udara dikendalikan oleh manusia yang output produknya adalah safety (keselamatan), serta dikontrol oleh ATC yang produknya sama ‘safety’. The sky is a vast place but there is

no room for error. Jadi meskipun langit itu sangat luas, masih dibutuhkan keteraturan agar tidak semrawut yang dapat mengancam keselamatan. Pihak yang paling mengetahui lalu lintas udara adalah ATC, sehingga pilot hanya mempercayakannya aktivitasnya kepada ATC. |

Tips

Saat Memasuki Cuaca Kurang Baik sabuk pengaman Anda,” begitulah kirakira instruksi dari awak kabin. Maka wajib bagi semua penumpang untuk melakukannya demi keselamatan bersama.

3

Tetap Tenang Dalam kondisi ini, semua penumpang diupayakan untuk tidak panik, bahkan tidak membuat suara gaduh. Oleh karena itu tetaplah seraya terus berdoa.

4 Ilustrasi: AVIASI/Joe Roland S. Bokau

A

NDA mungkin pernah mengalami saat bepergian naik pesawat udara bahwa penerbangan tidak selamanya mulus. Pada saat-saat tertentu pesawat harus melewati cuaca kurang baik. Kita kerap merasakan adanya guncangan kecil, bahkan turbulensi. Turbulence juga dapat terjadi bukan hanya pada saat cuaca buruk saja, juga pada saat udara terlihat berawan jernih. Agar perjalanan udara terasa nyaman, berikut kiat-kiat khususnya

8

Maret 2015

Menegakkan Sandaran Kursi Selain mengenakan sabuk pengaman, penumpang juga diwajibkan menegakkan sandaran tempat duduk, ini untuk mengantisipasi bila terjadi guncanganguncangan, sehingga posisi badan tetap tegak.

1

5

2

6

Kendurkan Sabuk Pengaman Untuk berjaga-jaga, jika lampu berwarna merah untuk pemasangan sabuk pengaman sudah dipadamkan (off) jangan segera melepaskannya, cukup dikendorkan saja sedikit.

yang signifikan, kecuali pada malam hari keadaan di luar pesawat terlihat gelap. Kemungkinan timbulnya rasa takut lebih disebabkan oleh keadaan gelap yang identik dengan tidak bisa melihat sesuatu dengan jelas. Perlu Anda ketahui bahwa “mata” pesawat dalam waktu kapan pun (pagi, siang atau malam) tidak didasarkan kepada cahaya, namun hanya berdasarkan realibility dan kecanggihan peralatan avionic, komunikasi, navigasi dan surveillance yang dimiliki oleh pesawat tersebut.

7

Hindari Alkohol Alkohol akan memberikan efek yang jauh lebih buruk dalam pesawat udara (cabin pressurized). Udara dalam kabin dipompa dengan tekanan udara yang lebih besar untuk menyeimbangkan dengan tekanan udara yang dapat diterima oleh tubuh kita.

Tidak ke Toilet Ketika memasuki cuaca kurang baik, awak kabin juga memerintahkan agar penumpang tidak Kenali Sekitar ke toilet terlebih dulu, karena apabila Untuk berjaga-jga bila keadaan tekanan udara berkurang tiba-tiba, di selanjutnya harus pendaratan dalam lavatory (toilet) tidak disediakan darurat, maka kenali seberapa jauhkah masker oksigen. posisi tempat duduk Anda dengan Ikuti Arahan Awak Kabin pintu darurat, sehingga Anda dapat “Pelanggan kami yang terhormat, Waktu Penerbangan mengetahui berapa jumlah kursi yang kita sedang memasuki cuaca yang Secara operasional, penerbangan harus dilalui untuk keluar dari pesawat kurang baik. Untuk itu dipersilakan pagi dan siang hari dengan dengan cepat. | tetap duduk dengan menggunakan malam hari tidak memiliki perbedaan

8

Profile for epaper aviasi

Tabloid AVIASI Edisi 80 Maret 2015  

Aviation Is Our Passion

Tabloid AVIASI Edisi 80 Maret 2015  

Aviation Is Our Passion

Advertisement